Alumnus

Alfira Nailatul Izzah, Dokter Muda Pencetus Turcham Media

Alfira Nailatul Izzah atau kerap disapa Alvi, merupakan Alumni SMA Khadijah tahun 2018 sekaligus Pendiri Turcham Media. Kini, Alfira adalah salah satu mahasiswa Kedokteran di Universitas Airlangga yang sudah berada di tahap klinik atau dokter muda.

Alfira merupakan sosok yang tidak bisa diam sejak SMA. Tak heran jika dirinya aktif dalam mengikuti beragam aktivitas semasa di bangku putih abu abu ini, diantaranya ; Direksi Turcham Media, Ketua MPK Sekbid IX, Member of REPRO(Representative of Provoke), Putri Jilbab Indonesia 2015.

Begitu juga di bangku perkuliahan, semangat Alfira layaknya api yang tak bisa padam. Terbukti, perempuan yang gemar menyanyi dan jalan jalan ini masih aktif khususnya dalam mengikuti kegiatan organisasi diantaranya: Padus Unair, Ketua Departemen Hubungan Eksternal BEM Fakultas Kedokteran Unair, CIMSA (Center for Indonesia Medical Students Activities )bidang SCOME (Standing Committee on Medical Education)bagian Research, NAFI(National Assistance For Incoming) SCORE (tahun 2019-2020),Duta Fakultas Kedokteran Unair, dan masih banyak lagi.

Nama: Alfira Nailatul Izzah Asal: Surabaya Tanggal lahir: 17 Mei 1999 Hobi: Menyanyi, Menulis, Jalan- Jalan

Saat masih menjadi siswa di SMA Khadijah, Alfira pernah mengusulkan ide untuk membuat majalah sekolah. Rupanya, hal tersebut mendapatkan cukup perhatian dari guru yaitu Bapak Yusuf Kurniawan, S.Pd yang akhirnya memberikan inspirasi nama yaitu Turcham Media. Di Turcham sendiri, Alfira berperan sebagai direksi.

Ketika di bangku akhir SMA, ia memantapkan niat untuk memilih Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga. Hal ini dikarenakan, Dokter sendiri memang cita cita dari gadis berusia 23 tahun ini. Tujuannya memilih kedokteran supaya bermanfaat, namun bukan berarti profesi lain itu tidak bermanfaat, tetapi ia merasa memiliki passion dalam bidang ini dan melihat kebermanfaatannya yang sangat luas. Selain itu, Alfira juga termotivasi dari sang ayah yang juga berprofesi sebagai dokter dan berkeinginan bisa lebih baik dari ayah nya.

Alfira mengaku kesan pertama saat masuk kedokteran Unair sangat senang, bersyukur, dan tidak menyangka bisa diterima di Universitas yang diidamkan sejak duduk di bangku sekolah. Namun, ia merasa ada kendala saat awal beradaptasi menjadi mahasiswa kedokteran karena hanya dirinya yang berasal dari SMA Khadijah, jadi harus menyesuaikan gaya belajar orang di sekelilingnya yang mendapat notabene anak sekolah favorite.

Tetapi, hal tersebut tidak mematahkan semangat juang gadis asal Surabaya ini. Ia terus berusaha mencari gaya belajar yang cocok dengannya dan selalu mengevaluasi diri. Meskipun begitu, sebenarnya hal ini tidak menjadi kendala yang berat karena ia merasa mudah untuk berdaptasi, dan ketika merasa lelah atau jenuh, satu hal yang dapat memotivasi dirinya yaitu dengan mengingat perjuangannya saat awal masuk ke kedokteran.

“Aku loh yang ingin di kedokteran ini, ingin melanjutkan untuk berjuang, masa aku udah masuk ke dalam gerbangnya mau give up/mundur gitu kan gak mungkin, karena aku sendiri yg niat dan aku yang menginginkan, jadi aku harus keep going,” terang Alfira.

Untuk menyelesaikan studi kedokteran, ada beberapa tahap yang harus dilalui. Alfira mengaku untuk mencapai tahap klinik itu lumayan banyak struggle yang terjadi, namun hal itu lagi lagi tidak membuat semangat nya surut, karena dari situ ia merasa belajar banyak hal yang tentunya menjadi motivasi sekaligus tolak ukur di tahap berikutnya.

Hal yang paling berkesan saat proses penyelesaian study menurut dokter muda ini yaitu waktu sidang karena ia mengambil penilitian ke orang orang yang memiliki anak dengan cerebral palsy dimana pencarian orang nya cukup sulit karena butuh sekian responden. Untungnya, ia memiliki banyak jaringan teman yang dapat membantu pengambilan sampel penelitian.

Sejak tahap preklinik, dirinya sudah memiliki target waktu sidang dan berkat kegigihannya waktu sidang tersebut sesuai target dan dapat dilaksanakan secara offline. Alfira juga menerangkan bahwa plan kedepannya setelah lulus, ia akan internship ke daerah terlebih dahulu baru setelah itu akan mencoba untuk kerja yang sesuai dengan bidangnya atau jika memungkinkan ingin disambi dengan bidang lainnya. Dirinya juga berkeinginan untuk dapat melanjutkan sekolah spesialis.

“Jangan berkecil hati,terus berusaha,apapun halangannya,apapun rintangannya,selagi kamu niat dan kamu memang ingin untuk menjadi mahasiswa kedokteran, harus dilewati dengan penuh semangat jangan lupa berdoa, minta restu kedua orangtua,harus ingat niatnya apa,pokoknya jangan pernah insecure,” pesan Alfira diakhir sesi wawancara, kepada pemirsa Turcham khususnya bagi yang ingin melanjutkan study di Fakultas Kedokteran.(Lal)

378 total views, 6 views today

Similar Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *