Opini

Berkencan dengan Ujian

Oleh: Karina Shabrina

Tulisan ini mungkin akan muncul di beranda kalian, para pejuang ujian, saat sedang mengambil waktu “break” belajar untuk meregangkan sejenak kontraksi kejenuhan yang berenang di kepala. 

Bicara soal ujian, rasanya itu menjadi alarm bahwa sebentar lagi libur semester tiba. Aku yakin, pasti di antara kalian yang sedang merantau, tidak sabar untuk balik ke kampung halaman. Bertemu dengan keluarga dan pastinya kasur kesayangan di rumah. Pun ada juga yang tak sabar untuk mengikuti kegiatan tahunan sekolah seperti wisata bahasa, alam, dan religi.

Namun semua perencanaan itu tidak akan  mendamaikan jika belum bertempur dengan penilaian akhir. Ujian harus tetap dilalui, mau tak mau. Agar tidak merugi, mempersiapkan bekal ujian dari jauh-jauh hari akan membantu mental seseorang untuk percaya diri.

Bagi sebagian orang, dalam hitungan jam sebelum ujian, detak jantung dapat meningkat seperti ritme musik aerobik. Ambisi perut untuk mengeluarkan hajatnya saat menerima soal ujian juga sering terjadi. 

Ini hanya urusan jam terbang. Semakin sering terpapar dengan stresor ujian, maka semakin terbiasa kalian untuk tahu bagaimana soal-soal itu ingin dicintai.

Caranya? Ajak buku pelajaran kalian berkencan. Eksplorasi sejauh yang kalian mampu dan inginkan. Jangan lupa, guyur usaha itu dengan doa. Karena percayalah, pada akhirnya energi doa adalah yang paling menguatkan.  

Selamat berjuang, teman-teman! Semoga hasil terbaik dapat kalian raih. Siapkan nyali terbaikmu. SEMANGAT!

Singgasana,| 27/11/22

*Penulis merupakan mahasiswa FK UNAIR yang pada masanya menjadi langganan juara paralel di SMAKH

133 total views, 5 views today

Similar Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *