Berteater Tidak Hanya Cukup Satu Hal

Ketika kita main teater, maka ada beberapa hal yang harus diperhatikan. Hal hal berikut sifatnya utuh. Artinya, jika ada yang kurang, maka akan sangat mempengaruhi sebuah tampilan. Baik dari segi artistik maupun penilaian (jika dilombakan).

Apalagi jika tampilan itu disiarkan langsung atau tunda di media. Tentu, harus benar-benar yamg proporsianal. Jika tak ingin disebut abal-abal.

Pertama, karakter tokoh. Seberapa kuat pemain menampilkan karakter di atas panggung.

Kedua, pergerakan pemain di panggung. Di sini kemudian muncul istilah blocking. Di mana punggung aktor menghadap penonton. Hal yang umumnya harus dihindari, jika memang tidak diperlukan.

Artikulasi berhubungan dengan bagaimana kefasihan kita dalam mengucap kata. Sehingga penonton memahami apa yang dimaksud. Tidak ambigu. Biasanya, ada banyak porsi latihan untuk penyempurnaan artikulasi.

Lampu. Ini juga tak kalah penting. Ketika aktor-aktor sehebat apapun dia, namun tidak pada posisi pencahayaan yang sesuai, maka juga akan percuma. Maka dari itu, dalam perlombaan teater, ada waktu untuk mengatur tata letak lampu.

Latar tempat. Dalam drama realis, maka visualisasinya harus “betulan”. Sehingga penonton percaya dengan adegan. Tidak merasa aneh dengan eksekusi latar tempat.

Jadi saya tidak setuju dengan, oh ini karakternya kuat. Pasti Bagus. Atau, oh ini blockingnya yahud. Pasti keren. Dan seterusnya. Penampilan teater harus komplit. Bukan parsial.

Penyair Amatir

Sepanjang
4/10/17

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *