Bulan dan Matahari

(Safira Gina-XI IPA 1)

Yang satu kalem, yang satu berani

Itu lambang mereka sebagai simbol berseni

 

Jangan kira ini puisi rindu,

Puisi cinta ataupun puisi galau

 

Aku sebagai penikmat hanya merasa bahwa

Sebenarnya mereka bukanlah objek setara

 

Lalu apa yang jadikan mereka

Sebagai simbol bermakna dramatis

Dan serta bergema puitis?

 

Itu hanya sudut pandang manusia

Sang penghuni bumi di sudut ketiga

 

Coba tebak.. makna puisi ini

09 September 2016

Kepadamu

 

Mari kupuji kau

Dengan kumpulan kata

Yang indah didengar

 

Jika kupeluk dirimu

Pastilah banyak mimpi

Yang tersirat pada hangatmu

 

Kaulah yang harus kulindungi

Dan pula, kaulah yang harus kubatasi

 

Hai cinta

Kau bisa jadi milik semua orang

Segala benda, dan juga seluruh kasih

 

Dengarlah pujianku, cinta.

03 September 2016

Para Kaum Bugil

 

Di sini aku menggenggam kotak

Yang kita sebut smart phone

Yang menjadi sumber kebahagiaanku

Daripada melongo menghadap tabel periodic

Sungguh aktifitas yang tidak sehat

 

Di sana mereka tidak berkain

Yang kita sebut bugil

Apakah mereka mengenal sarjana?

Tidak, yang mereka tahu adalah

Daging bakar tanpa bumbu ala italia

 

Apa kau mengasihaninya

Padahal, kebahagiaan mereka

Beterbangan di mana-mana


09 September 2016

Prit-Priit

 

Prit-priit

Resikomu adalah ditabrak

Di tenah gelap membalut

Satu-dua cahaya jingga menyorot

 

Prit-priit

Resikomu adalah dihujat

Entah apa guna celenganmu

Siapa tahu untuk bela nasib

 

Di malam ini

Kau masih di perempatan

Mengantongi segumpal recehan

Mengarahkan om-om bergengsi

Prit-priit, prit-priit


14 September 2016

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *