Opini

Empat Kesalahan yang Kubuat Semasa SMA

Jujur, jika diminta untuk menulis kalimat motivasi, aku bingung. Sudah satu jam terakhir aku duduk di depan laptop, mengetik dan menghapus kalimat yang sama. Bingung. Masalahnya, aku sendiri merasa diriku bukan sosok yang tepat untuk memberi motivasi. Hidupku sendiri aja masih nggak karuan, heheh.

But, well, mungkin kita kenalan dulu. Halo, adik adik semuanyaaa! Namaku Amira Naila, dari angkatan Verenigen ’68. Tepat satu bulan yang lalu, resmi sudah aku lulus dari SMA Khadijah, dan sekarang sedang sibuk mempersiapkan kuliah. Sama seperti kalian yang baru saja menjalani kehidupan baru di SMA, sebentar lagi aku pun akan memulai lembaran baru di tanah rantau.

Yah, nggak banyak yang bisa aku sampaikan untuk kalian. Sebagai orang yang baru saja menamatkan masa SMA-nya, mungkin ada empat kesalahan yang aku sesali selama tiga tahun terkahir. Ya, namanya juga manusia, pasti punya salah, kan? Heheh. Aku harap dengan membaca tulisan ini, kalian nggak jatuh ke lubang yang sama denganku, oke?

So, here we go!

Pertama, nggak ikut organisasi atau ekstrakulikuler. Sebenarnya, ada ribuan alasan yang mendasari keputusanku itu, yang sejujurnya dapat diringkas dalam satu kata: malas. Well, sebenarnya dulu sebelum pindah sekolah, aku sempat ikut ekstrakulikuler renang. Rasanya cukup menyenangkan bisa bertemu orang-orang baru dan menyalurkan hobiku.

Sayangnya, di SMA Khadijah tidak ada ekskul renang, dan aku terlampau malas untuk mengikuti kegiatan lain yang berada di luar zona nyamanku. Alhasil, selama kurang lebih dua setengah tahun, aku menjadi anggota IPTEK (read: Ikatan Pelajar Tanpa Ekstrakulikuler). Yah, memang sih, aku jadi punya lebih banyak waktu luang. Tapi justru hal itulah yang membuat masa SMA-ku sedikit hambar.

Kedua, tidak menentukan target atau rencana seusai SMA. Haduh, kuliah masih lama, kok, masih tiga tahun lagi, bisa dipikir nanti-nanti. Kira-kira begitulah hal yang terlintas di otakku saat masih kelas sepuluh. Yah, nggak sepenuhnya salah. Wajar, kok, kalau saat baru masuk SMA, kalian nggak punya tujuan. Dulu aku pun juga begitu -dan hal itu berlangsung selama dua tahun lamanya. I thought it wasn’t a big deal, until… aku sadar kalau aku punya mimpi setinggi langit.

Rasanya terlambat buat berusaha meraih itu. Duh, andai aja dulu sejak kelas sepuluh aku sungguh sungguh belajar, mungkin masa kelas 12-ku nggak akan seberat ini. Wali kelasku di Inten pernah bilang, yang paling penting adalah menentukan target. Masalah tercapai atau nggak, itu mah urusan belakangan. Target itulah yang menggerakkan kita untuk tetap berjalan, menjadi pengingat saat kita hampir menyerah.

Ketiga, terlalu bersenang senang. Memang, sih, kata orang-orang masa SMA adalah masa yang paling menyenangkan. Dulu, aku pun memegang erat kata-kata itu. Imbasnya, ada banyak hal bodoh yang kulakukan dengan dalih, ‘yolo, you only live once’. Bolos online class demi menonton drakor, kabur dari tempat bimbel untuk jalan-jalan ke mall, jatuh cinta dengan orang yang salah -ups, keceplosan. Semua itu memang terdengar menyenangkan dan ‘anak SMA banget’. Tapi percayalah, pada akhirnya, yang tersisa cuma penyesalan.

Keempat, tidak bersenang senang. Well, mungkin poin keempat ini justru bertolak belakang dengan sebelumnya. But, yes, kamu nggak salah baca, kok. Tidak bersenang-senang. Mungkin yang satu ini lebih relate dengan kalian yang sudah berada di kelas 12. Kalau aku diminta untuk mendeskripsikan tahun terakhir SMA-ku dengan satu kata, mungkin aku akan memilih kata neraka.

Hiperbola, memang, tapi setidaknya itulah yang kurasakan. Pada kelas 12 ini, aku banyak menghabiskan waktuku untuk belajar, mengejar ketertinggalan dua tahun terakhir. Tanpa kusadari, tiba-tiba aku menjelma menjadi orang lain yang tidak kukenal. Amira yang dulunya rajin keluar-masuk mall, sekarang lebih sering terlihat keluar-masuk tempat bimbel. Tidak jarang aku merasa burn-out, hingga sakit dan berujung dirawat di rumah sakit.

Yah, begitulah empat kesalahan yang kubuat semasa SMA. Well, sebenarnya nggak cuma empat itu, sih, but for now, rasanya udah cukup. Memang, nggak bisa dipungkiri, masa SMA adalah masa yang indah. Tapi jangan sampai keindahannya membuatmu terlena. Persiapkan masa depanmu sebaik-baiknya, namun jangan lupa untuk menikmati masa remajamu yang nggak akan terulang dua kali.

~Amira Herlambang
Jakarta, 18 Juli 2022
di dalam KRL jurusan Jakarta-Bogor

199 total views, 6 views today

Similar Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *