Hidup Ini Keras, maka Gebuklah!

Assalamua’alaikum sahabat turcham. Weekend ini mau ngapain nih??. Kalian menghabiskan weekend dengan membaca novel?? Kali ini turcham menghadirkan referensi buku, mungkin bisa jadi pilihan kalian untuk dibaca. Novel karya Prie GS ini cocok untuk kalian yang masih belum percaya dengan diri kalian. Berbagai motivasi terdapat di dalam novel ini.

Ibu saya meminjamkan novel ini saat saya menangis tidak mau kembali ke Surabaya. Adaptasi dengan lingkungan baru memang sulit, lebih sulit lagi jika anak pemalu seperti saya. Novel ini adalah ‘sangu’ saya untuk menghadapi sebagai anak rantau.

Novel yang terbit tahun 2012 ini mengangkat kisah Ipung yang merantau ke SMA Budi Luhur di Solo. Dengan motivasi dari sang ibu dan Lik Wurnya, Ipung siap bersekolah di SMA Budi Luhur.

Cungkring dan berkulit gelap tidak menjadikan Ipung malu untuk sekolah. Kebanyakan Siswa SMA Budi Luhur berasal dari orang berada, walau dari desa, Ipung tidak menjadikan itu masalah. Justru Ipung menjadi siswa yang terkenal karena ulahnya. Wajahnya juga pernah menjadi cover dari sebuah majalah terkenal.

Salah satu bagian yang saya suka adalah disaat Ipung menghadapi geng terkenal yang menyerang satpam sekolah. Ipung melawan sendiri. Tidak memakai senjata apapun, namun Ipung berhasil mengalahkan geng itu.

Walau fisiknya sederhana atau malah lebih seperti ‘wong ndeso’ Ipung berhasil memikat hati seorang perempuan paling cantik di sekolahnya. Paulin namanya. Bukan Ipung yang naksir, tetapi Paulin. Para siswa melakukan apa saja agar bisa mendapat hati Paulin, Paulin justru melakukan apa saja agar Ipung menyukainya.

“Mencintaimu adalah musibah terbesarku” kutip Ipung untuk Paulin.

Banyak kejutan lain di dalam novel ini, menarik untuk dibaca. (adm)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *