Pulang

Ketika Agustus Tiba

Oleh: Penyair Amatir

Agustus tiba. Sepanjang jalan, mata kita disuguhi pernak-pernik kemerdekaan. Mulai bendera merah putih yang berkibaran di muka rumah rentenir tua penyakitan hingga kantor pejabat negara. Juga umbul-umbul bermotif merah putih yang melambai-lambai dihempas angin. Belum lagi kalau malam tiba, di beberapa ruas jalan dan gang-gang kampung, lampu kelap-kerlip memanjakan mata.

Agustus tiba. Panitia lomba kemerdekaan sibuk meracik strategi. Tentang lomba apa yang akan digelar. Tentang dana berapa yang diperlukan. Tentang berapa sisa yang perlu diamankan. Tentang laporan pertanggung jawaban yang bertele-tele tapi harus dituntaskan.

Agustus tiba. Lomba-lomba digelar sedemikian rupa. Mulai dari lapangan dusun, gang-gang pesing padat penduduk di kotamu, sekolahanmu, hingga gedung-gedung instansi di kota-kota besar. Walau mungkin tak sepecah zaman prainternet dulu. Tentu bukan tentang siapa yang akan dapat hadiah apa, tapi bagaimana kita bisa terbahak-bahak sejenak melupakan keruwetan hidup yang semakin membetot kepala.

Agustus tiba. Kemerdekaan yang diperingati itu, apakah sudah tumbuh dengan nutrisi yang terpenuhi di usia kesekian? Ataukah masih kering kerontang kekurangan zat besi seperti yang sudah-sudah? Ataukah siapa pula yang peduli nasib kemerdekaan?

Agustus tiba. Chairil bilang dalam penggalan puisinya:

Kami cuma tulang-tulang berserakan
Tapi adalah kepunyaanmu
Kaulah lagi yang tentukan nilai tulang-tulang berserakan

Atau jiwa kami melayang untuk kemerdekaan kemenangan dan harapan
atau tidak untuk apa-apa,
Kami tidak tahu, kami tidak lagi bisa berkata
Kaulah sekarang yang berkata

Agustus tiba. Dan kita hari ini, semakin tenggelam dalam gawai
semakin sibuk memoles wajah dengan filter pemutih
dan lalu kita akan bagaimana?

7.8.22
Sda

~Penulis merupakan salah satu guru di SMA Khadijah Surabaya yang mengajar mata pelajaran Bhs. Indonesia

pict: pinterest

378 total views, 6 views today

Similar Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *