Puisi: Kisah Sepatu Tua dan Botol Plastik

sumber: pinterest

Oleh: Penyair Amateur

Sebelum mengaku dirinya pahlawan
barangkali ia adalah rongsokan
yang mengalir di comberan
berbau anyir dan menyedihkan

//aku menjumpainya hari itu
: demikian botol plastik berkisah
dengan gaya pimpinan dewan
yang mulia

di antara limbah rumah tangga
popok bayi dan bangkai kucing
yang berdesak-desakan
di bawah jembatan kayu
aku menemukannya
sepatu tua dari zaman revolusi

hari itu perang sudah selesai
berpuluh-puluh tahun lampau
musuh-musuh republik sudah
lama tumpas. Pejuang-pejuang
telah tumbang dan berdesak-desakan
di makam pahlawan kota kita

//Tetapi, setelah aku menemukannya
dia bilang jika dirinya adalah
pahlawan yang dilupakan zaman
yang tak pernah ditulis di buku
sejarah anak-anak sekolah
yang tak berharap dibuatkan
monumen di tengah kota

Botol plastik bekas air mineral
yang baik hati dan tidak suka
hoaks itu menahan haru.
Ia tak kuasa menyembunyikan
tangisnya yang parau

//Mengalirlah pahlawan
bila hujan telah tiba
kita akan berpesta
menghibur warga kota
: ujar botol plastik berseri-seri

10/11/2020
Blong

*Penulis tinggal di www.penyair-amatir.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *