Buku

Sebuah Seni untuk Bersikap Bodo Amat

Judul Buku : Sebuah Seni Untuk Bersikap Bodo Amat Judul Asli : The Subtle Art of Not Giving a F*c Penulis: Mark Manson Penerjemah : F.Wicakso Tebal Halaman: 246 Penerbit : Grasindo Tahun Terbit: 13 September 2016

Mark Manson, penulis buku ini adalah seorang Blogger ternama dengan lebih dari 2 juta pembaca. Dia tinggal di New York dan Sebuah Seni Untuk Bersikap Bodo Amat (The Subtle Art of Not Giving A F*ck) adalah buku pertamanya. 

Sebuah seni untuk bersikap bodo amat bukanlah berarti bersikap bodoh atau cuek terhadap seseorang, melainkan bersikap bodoh atau cuek terhadap pikiran-pikiran yang tidak jelas di dalam pikiran.

Buku tentang Self Improvement ini menunjukkan kunci untuk menjadi orang yang lebih kuat dan lebih bahagia dengan mengerjakan segala tantangan dan berhenti memaksa diri untuk menjadi “positif” di setiap saat. Mark mengatakan dibukunya bahwa perbaikan diri dan kesuksesan kadang terjadi bersama, namun itu tidak lantas berarti keduanya adalah hal yang sama.

Nah banyak orang yang menganggap bahwa dirinya itu harus sempurna bahkan tak sedikit juga yang terobsesi dengan mewujudkan harapan-harapan positif tapi mustahil untuk diwujudkan seperti menjadi lebih produktif, menjadi sempurna, memukau banyak orang, dan lain sebagainya.

Namun, ketika berhenti sejenak dan merenungkannya, nasihat yang konvensional dan segala macam nasihat motivasional untuk menjadi pribadi yang positif itu justru memberi tekanan terhadap kekurangan. Nasihat itu biasanya menyoroti suatu objek yang dianggap sebagai kekurangan dan kegagalan pribadi. 

Ada sebuah ungkapan :

“Anjing paling mungil menggong-gong paling keras”

yang berarti seseorang yang percaya diri tidak merasa perlu untuk membuktikan kalau dia percaya diri.

Seperti halnya iklan di Media social pasti menginginkan agar orang percaya bahwa kunci suatu kehidupan yang baik adalah pekerjaan yang lebih baik dan sebagainya. Secara konstan kehidupan yang lebih baik adalah lebih, lebih membeli banyak barang dan memperdulikan apa saja–kapan saja. 

Padahal jika memedulikan banyak hal akan berakibat pada mental. Membuat terikat dengan hal-hal yang dangkal, membiarkan hidup hanya mengejar kebahagiaan dan kepuasan.

Buku ini juga memberikan sebuah pelajaran, kalau kehidupan akan lebih baik-baik saja, jika tidak memperdulikan sebuah hal yang tidak bermakna. Mark juga menyampaikan lewat bukunya, bahwa sebuah kegagalan dalam kehidupan, merupakan pembelajaran agar kita bisa lebih baik lagi.

Buku ini merupakan tamparan yang menyegarkan untuk kita semua, supaya dapat memulai kehidupan yang lebih memuaskan dan apa adanya.

Pengulas: Madina Hedy Alifanti 

Editor: Nailal Fariha

Gambar diambil dari sini

297 total views, 3 views today

Similar Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *