Yuk, Bijak Dalam Bermedsos!

source: Pinterest

Turcham.com – SMA Khadijah Surabaya pada tanggal (1/10/2020) melaksanakan KTS (kegiatan tengah semester) di hari kedua. Salah satunya adalah acara motivasi dengan tema “Bijak dalam bermedsos” yang diisi langsung oleh BK kelas X, Andriana Fatmawati, S. Pd. Acara ini menggunakan via zoom.

Dalam acara ini beliau memberikan pemahaman tentang masa remaja dan perilaku yang baik untuk menggunakan media sosial mengingat banyaknya remaja zaman sekarang yang menggunakannya. Entah itu untuk mencari informasi-informasi terbaru atau sekedar untuk bersenang-senang.

Remaja adalah waktu umur manusia berumur belasan tahun. Pada masa remaja manusia tidak disebut sudah dewasa tetapi tidak dapat pula disebut anak-anak. Masa remaja adalah masa peralihan manusia dari anak-anak menuju dewasa. Biasanya ini akan terlihat dari perubahan fisik, kognitif, dan emosi. Bahkan, kalian mungkin tidak asing dengan kata ini “labil” dimana perasaan atau emosi seseorang akan mudah berubah, dan kebanyakan sifat satu ini dimiliki dan dialami oleh remaja karena mengingat masa remaja merupakan masa untuk menemukan jati diri.

Perilaku sosial media ini merupakan perilaku manusia ketika menggunakan alat komunikasi yang digunakan dalam proses sosial dengan perangkat media. Manusia biasa saling membagi ide, bekerja sama, dan berkolaborasi untuk menciptakan kreasi, berpikir, berdebat, menemukan orang yang bisa menjadi teman baik, menemukan pasangan, dan membangun sebuah komunitas. Menggunakan  media sosial menjadikan seeseorang sebagai diri sendiri. Selain kecepatan informasi yang bisa diakses dalam hitungan detik. Menjadi diri sendiri dalam media sosial adalah alasan media sosial berkembang pesat. Tidak terkecuali keinginan untuk aktualisasi diri dan kebutuhan untuk menciptakan personal branding. 

Kita mungkin juga sering menjumpai beberapa kata yang tak senonoh seperti sindiran, ejekan, dan lain sebagainya dalam media sosial. Seringkali para pengguna menyampaikan suatu keadaan yang ia alami tapi, malah hujatan dan sindiran yang memenuhi kolom komentar. Terkadang juga ada yang ingin menyindir salah satu pengguna yang ia targetkan tetapi malah yang merasa tersindiri pengguna yang lain alias salah sasaran. Dan untuk mengatasi masalah tersebut pemateri memberikan beberapa tips menggunakan media sosial dengan baik. 

• Jangan mengumbar informasi pribadi

• Menghindari berkata kotor, tuduhan dusta, dan lain-lain

• Jangan membagikan hal-hal yang berbau pornografi dan SARA (suku, agama, dan ras antar golongan)

• Membiasakan untuk mengecek dan klarifikasi informasi yang didapat

• Mencantumkan sumber atau nama pemilik hak cipta

• Komunikasi yang baik dan benar

• Opini atau pendapat berpijak pada fakta dan data yang benar

• Jangan gunakan sosial media ketika marah

• Jangan menggunakan akun samaran (ini sesuai dengan KUHP pasal 378)

• Pandailah mengatur waktu untuk menggunakannya

• Jadikan sosial media sebagai sarana kebaikan, kebahagiaan, optimisme, dan saling menolong.

Selain itu, pemateri juga memberikan beberapa video motivasi yang salah satunya adalah isolasi diri tanpa murung diri dengan melakukan 4 hal yaitu:

  1. Me time, dimana kamu melakukan suatu kegiatan untuk membuat dirimu menjadi rileks
  2. Quality time, di masa inilah kamu menghabiskan waktu bersama keluarga
  3. Dating, mengobrolkan sesuatu hal yang mungkin tidak penting namun bisa membuat yang hubungan menjadi lebih dekat
  4. Pray time, nah, di masa seperti ini, kita harus banyak-banyak berdoa beribadah mendekatkan diri kepada tuhan, berjarak dengan manusia boleh saja asal jangan sampai berjarak dengan tuhan.

Juga memberikan video motivasi tentang perbedaan SARA namun, tetap bisa bersama mengatasi segala permasalahan yang ada serta, tidak membeda-bedakan satu sama lain.

Keterkaitan antara remaja dan perilaku media sosial adalah banyak remaja yang menggunakan media sosial mengingat masa remaja merupakan masa pencarian jati diri maka perlu diberikan beberapa pengarahan untuk bermedia sosial dengan baik agar tidak sampai terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, entah itu pergaulan bebas, ataupun depresi karena tidak bisa menerima kata-kata yang didapatkan dalam media sosial bahkan mungkin muncul perasaan dendam.

Juga sudah tercantum dalam al-Quran  “wahai manusia! Bertakwalah kepada Tuhanmu yang telah menciptakan kamu dari diri yang satu (Adam), dan (Allah) menciptakan pasangannya (Hawa) dari (diri)nya; dan dari keduanya Allah mengembiakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Bertakwalah kepada Allah yang dengan nama-Nya kamu saling meminta dan (peliharalah) hubungan kekeluargaan. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasimu.” (Q.S. an-Nisa ayat 1). Disini tertera bahwa kita tidak boleh menyakiti hati yang lain dan tetap menjaga hubungan agar tidak pecah. (ist)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *