Secarik Surat untukmu, Ibu..

Untuk Ibuku yang kusayangi…

Aku tahu hari ini adalah peringatan hari Ibu nasional. Tetapi di usiaku yang sudah menginjak tujuh belas tahun ini malah semakin malu untuk mengucapkan sesuatu manis ke ibu.

Karena bagiku perasaan cinta dan sayang ini tidak perlu diverbalkan, begitu pula bagi keluargaku. Jarang dan hampir tidak pernah aku mengatakan “aku sayang ibu” mungkin saat kecil aku sering mengatakannya.

Tetapi seiring berjalannya usia, aku semakin memendam rasa sayang, khawatir, dan cinta kepada ibu. Aku hanya bisa mengutarakannya lewat doa. Menengadahkan tangan dan berharap kepada Sang Kuasa untuk menjaga ibuku dan meminta semuanya yang terbaik untuk ibu.

Ada perasaan pilu ketika aku melihat story instagram milik teman-temanku yang pada membagikan ucapan “Selamat Hari Ibu” serta memperlihatkan foto berdua bersama ibunya.

Aku senang melihatnya. Tapi kadang aku berpikir, “Ibu menunggu aku membagikan foto bersamanya tidak ya?”.

Kalaupun ibu menunggu, aku hanya ingin mengatakan bahwa aku tipe manusia yang malu ketika memverbalkan kalimat cinta. Karena aku anaknya cengeng, setiap menatap ibu lama ketika ibu tidak melihatnya tidak terasa air mata itu jatuh.

Ibu, bagiku setiap hari adalah hari untuk ibu.

Sedih sekali jika satu hari tiada ibu. Tidak hanya hari ini Bu, setiap hari aku akan selalu mendoakan Ibu. Maaf ya Bu, jika aku tidak seperti yang lain. Yang bisa memelukmu, menciummu, dan yang selalu mengucapkan kalimat cinta. 

Maafkan aku karena aku memiliki sifat malu ketika mengatakan itu. Aneh ya Bu? Tapi insyaAllah doaku tidak akan pernah berhenti untuk Ibu. Karena sungguh aku begitu menyayangi Ibu. Teramat sangat.

*Nabilah Itaqlala | Siswa kelas XII IPA 2

22/12/2020, Di kamar tidur – Menahan tangis.

Sumber gambar: pixabay.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *