Pulang

JIKA KAMU

Oleh: Penyair Amatir

Jika kamu mendapatkan voucher berkunjung ke masa depan, ke bagian mana kamu akan tuju? Demikian pertanyaan saya pada diri saya. Ini sebagai wujud syukur saya karena disuruh menulis bertema “masa depan”.

Orang yang berani-berani menyuruh saya bernama Saka. Yang cita-citanya menjadi dokter. Foto profil di whatsapp-nya bergambar dinosaurus. Mungkin karena hewan legendaris itulah dia kepikiran tema “masa depan”. Mungkin ya, mungkin tidak. Namanya juga mungkin.

Bicara masa depan, maka akan terkait dengan masa sekarang. Juga sangat erat kaitannya dengan masa lalu.

Lalu bagaimana memandangnya?


MEMANDANG SATU

Tentu kamu tahu fungsi kaca spion di kendaraanmu. Apa? Betuuul. Untuk gaya-gayaan. Ada lagi? Mantaaap. Untuk ngaca. Superrr. Untuk memantau kendaraan di belakang kita (saat berkendara).

Bayangkan sekarang. Ketika kamu berkendara tanpa kaca spion, selain akan ditilang polisi juga akan repot jika akan belok, putar balik, dan atau mendahului kendaraan di depan.

Bayangkan lagi, jika berkendara, kamu terlalu fokus menatap kaca spion itu. “Nggak bahaya ta?”

Jadi, apa yang tayang di kaca spion itu ibarat masa lalu. Perlu sesekali ditengok. Sebagai pembelajaran masa saat ini. Agar hal-hal yang buruk bisa dihindari. Tidak malah kembali terperosok di jalan yang sama.

Nah, minggu depan kalian akan menjalani ujian semester. Walau namanya PAS/ASAS, tetap saja di masa lalu kamu pernah melakukan ujian serupa. Tentu tahu bagaimana cara agar dapat nilai maksimal.

Tapi tapi, banyak juga yang merasa menyesal telah menyia-nyiakan waktu. Merasa tidak siap ujian karena kurang persiapan. Hah.

Berikut pesan Sayyidina Ali. “Barang siapa hari ini lebih baik daripada hari kemarin, maka ia adalah orang yang beruntung. Barangsiapa hari ini sama dengan hari kemarin, maka ia adalah orang yang merugi. Dan barangsiapa hari ini lebih buruk daripada hari kemarin, maka ia adalah orang yang terlaknat.”

Apakah masa lalu tidak membuatmu menjadi lebih bermutu? Heuheu.


MEMANDANG DUA

Jika kamu mendapatkan voucher berkunjung ke masa depan, ke bagian mana kamu akan tuju?

Maka saya akan memilih tiba dan hidup di hari ini.

Karena sejatinya, hari ini merupakan masa depan dari masa kecil saya.

Ketika itu, suatu sore di beranda. Saya membaca lantang sebuah buku cerita. Salah satu jamaah tabligh di masjid (jamaah tabligh merupakan musafir yang menetap di masjid-masjid dalam kurun waktu tertentu) mendekat dan menanyakan suatu hal. Ingin jadi apa nanti kalau sudah besar? Ketika itu saya masih kelas dua SD.

“Guru” demikian kira-kira jawaban anak kecil itu. Lalu jamaah tablig itu tersenyum dan mendoakannya.

Lalu apakah anak tersebut hanya tetap di beranda saja untuk menjemput masa depannya? Heuheu.


MEMANDANG TIGA

Setahun lalu, saya membaca kutipan menarik di sebuah bak truk di daerah Geluran. Bunyinya: Jangan mengeluh karena lelahmu, sebab lelahmu adalah nafkah bagi anak istrimu.

Lalu saya bawa ke kelas kemarin, pertemuan terakhir. Saya ubah: Jangan mengeluh karena lelahmu SAAT INI, sebab lelahmu adalah bentuk perjuangan untuk orang-orang terkasih di masa depanmu.

Selamat menempuh PAS – ASAS buat seluruh siswa-siswi SMA Khadijah. Meminjam yel-yel anak OSIS: Iso-iso SUKSES!

Prambon, 25 November 2023
Menjelma ikan hiu di hari guru

*Penulis merupakan penyair yang kebetulan menjadi guru

source pict

354 total views, 3 views today

Similar Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *