Alumnus

Zalfaus Salimah: Niat dan Konsistensi Itu Kunci

Jika berbicara tentang Zalfaus Salimah atau yang lebih sering disapa Zalfa adalah mahasiswa Administrasi Publik Universitas Airlangga yang baru memasuki tahun pertama di perkuliahan. Alumnus yang terkenal aktif & ambisius ini telah melalui banyak lika liku di masa SMA yang sangat menginspirasi.

Nama Lengkap : Zalfaus Salimah
Nama Panggilan : Zalfa
TTL : Gresik, 18 Juni 2005
Umur : 19 (juni nanti)
Hobi : berenang, membaca
Motto : jalani aja dulu

Menjadi angkatan covid-19 katanya adalah mimpi buruk. Hal itu tampak berlaku dengan Zalfa yang baru memasuki masa penyesuaian dari SMP menuju ke jenjang pendidikan lebih serius di SMA. Saat pandemi, sistem pembelajaran berbasis daring atau online adalah hal yang baru dan cukup menantang.

Lantas bagaimana cara Zalfa mengatur hal ini?

“Jujur saat terlalu lama di rumah terkadang hawa nya itu pengen main hp/rebahan yang buat ga inget waktu. Jadi, yang seharusnya di buat belajar malah scroll tiktok hehehe. Nah gimana cara ku ngatasinnya, itu aku nerapin teknik belajar pomodoro dan aku bertahan belajar pake teknik pomodoro ini sampai aku kelas 11 akhir,” jelasnya.

* Melalui teknik ini, terdapat waktu fokus dalam selang waktu tertentu, umumnya 25 menit. Setelah waktu habis, diharuskan istirahat selama 5 menit dan cara ini dilakukan sebanyak 4 babak.

Namun pada saat kelas 12 awal, ia sudah dapat menemukan titik “ternyaman” saat belajar. Sebagai gen Z yang tak bisa lepas dengan perangkat elektronik itu menjadikan Zalfa menggunakan media audio visual sebagai sarana pembelajaran. Ia merasa materi lebih mudah dipahami saat dapat mendengarkan atau melihat contoh gambar yang terkait.

Meskipun terdapat perubahan tersebut, ia mengaku kunci utama dalam belajar terletak pada niat dan konsistensi.

“Pada intinya, belajar itu harus rutin dan niat. Jadi, semuanya balik ke pribadi masing-masing.” ungkapnya.

Disisi lain, Zalfa juga menjadi siswa yang aktif dalam organisasi (koordinator sekbid 3), perlombaan, bahkan mengikuti seminar di luar kegiatan sekolah.

Setelah menekuni dunia SMA, penulis novel Paus Berkelana ini sudah resmi menggeluti dunia perkuliahan dan sedang menjalani Ujian Akhir di semester 1. Seperti halnya saat masa orientasi, ia mengaku ingin fokus beradaptasi dengan lingkungan perkuliahan sebelum nantinya mencoba membangkitkan semangat melalui kepanitiaan dan perlombaan yang sudah menjadi makanannya saat menyandang status sebagai pelajar SMA.

Pada sesi akhir wawancara, ia turut berpesan untuk pemirsa Turcham Media.

“Sesibuk apapun kegiatan kalian, jangan tinggalkan sholat. Selagi masih muda jangan takut ambil resiko, daripada menyesal kemudian hari.Tetap semangat dan sehat selalu pemirsa Turcham.” tutupnya.

(Lal)

405 total views, 3 views today

Similar Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *