Pulang

Sekolah Sementara, Liburan Selamanya

Oleh: Penyair Amatir

Akhirnya, sekolah juga. Festival liburan semester plus akhir tahun telah berakhir. Pemirsa terkasih telah (dan harus) mengunci pintu bernama kenangan (selama liburan). Entah itu kualitas liburannya bermutu atau jauh dari kata itu (bermutu).

Tenang saja. Awal April ada lagi festival liburan panjang. Lalu juga akhir semester nanti di bulan Juni. Liburan kenaikan kelas. Sementara bagi kelas XII hanya tiga-empat bulan lagi akan sibuk menjemput dunia perkuliahan.

Seru juga. Ternyata liburan sudah menunggu kita di depan sana. Jadi tak ada cara lain yang lebih menyenangkan, selain menyiapkan diri dengan penuh kualitas.

Sebagai pelajar dengan cita-cita super mulia (semoga tersegerakan), menjalani hari-hari sekolah dengan hanya begitu-begitu saja tentu bukan jalan yang menantang. Perlu resolusi untuk melecut langkah kita biar bermutu.

Caranya?

Senantiasa memanfaatkan waktu belajar di kelas dengan efektif. Ayo diskusi dan diskusi. Jika tidak paham jangan cuma membisu. Hidup tak sesederhana itu. Kita perlu bersuara untuk tumbuh dengan penuh kualitas wahid.

Selanjutnya bangun relasi dengan teman-teman sebanyak-banyaknya. Koneksi ini jika dibangun dengan positif akan membantumu kelak di masa depan. Seperti konsep Pak Steve Job dalam “menghubungkan titik dalam hidup”.

Selalu ingat. Kita hidup tidak hanya untuk hari ini. Tetapi juga untuk masa yang akan datang. Yang kita tidak mungkin tahu, selain mengusahakan semaksimal mungkin untuk masa depan. Baik bagi diri sendiri, juga bagi keluarga tercinta kita.

Jadi, bangun kualitas diri dengan mumpuni. Tempa dengan banyak kegiatan positif. Bisa organisasi, lomba-lomba, kegiatan sosial dan sebagainya. 

Bayangkan saja jika kita hanya hanyut dalam arus bernama SmartPhone kesayangan kita. Sibuk scrol ini scrol itu untuk memuaskan dahaga tentang banyak hal yang tidak bermanfaat. (Artinya: ada juga hal bermutu dari aktivitas itu. Maka kita harus cerdas untuk mengakalinya).

Saya tutup dengan tulisan Pak Sulak yang saya dapat dari akun Fesbuknya.

Kita sebatang pohon di tengah hutan. Kita mencari sumber cahaya, air, dan nutrisi kita sendiri. Kita merawat kehendak dan harapan-harapan kita sendiri. Kita membangun kekuatan dan keteguhan kita sendiri untuk tumbuh dan berkembang secara penuh.

Kita menetapkan sendiri apa yang penting dan tidak penting bagi kita, dan memilih fokus hanya pada apa yang menjadikan diri kita lebih baik. Kita memilih fokus untuk meningkatkan keterampilan, selangkah demi selangkah.

Ya, kita perlu fokus sebab ada banyak suara di dalam benak yang membelokkan kita dari jalur ke tempat tujuan. 

Sekolah sementara, liburan selamanya. Eh, gimana-gimana?

3 Desember 2023 | BESOK SEKOLAH

*Seorang penyair yang mengisi waktu luang dengan menjadi guru

411 total views, 1 views today

Similar Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *