Puisi

Titik Nol

Oleh: Azzahratul Balqis

Sembilan belas sembilan delapan
rumah sehangat rumah
sentosa tercium di udara
senandung menghujam telinga

Dua ribu sebelas mereka berperi
siapa aku untuk melawan
dua kaki tak cukup untuk berdiri
lantai pula tak tega melukiskan
apa yang pernah sira saksikan

Dunia telah terbalik
rumah bukanlah lagi rumah
sejagat alam pun sepakat
semua pantas berpijak
kecuali beta

Isak senang, sedih, gusar
siapa yang tahu
lampu padam tak membuktikan satu hal
gabungan lembaran-lembaran menawan
serupa kawan semata wayang

Bungkam membatu tak lagi terpaksakan
aku tak bodoh untuk mengharap
tak ada pula yang perlu diharapkan
bagaimanapun…

Siapakah aku di hadapan tuhan?
lemah tak berdaya
binasa dicabik-cabik tak apa-apa
muak dengan mati rasa

Mungkin… kesempatanku telah karam
mungkin saja… hidupku telah khatam

-Kamis, 26 Agustus 2021

Source gambar: Pinterest

Similar Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *